Wednesday, October 24, 2012

Renungan Bersama...


  • Kelemahan hamba sebagai manusia adalah sibuk memberi nasihat dan meluruskan orang lain, sementara diri sendiri masih bengkok. Sibuk membersihkan dosa orang lain, sementara hati masih kotor. Kebiasaan demikian itu hanya karena pengaruh hawa nafsu dan ingin mendapat pujian. Ini sangat berbahaya!. 

  • Orang yang arif bijaksana ialah menasihati diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian menasihati orang lain. Seorang hamba itu membersihkan diri sendiri dan jangan sekali-kali beranjak pada orang lain selama masih ada sisa-sisa kotoran yang harus diperbaiki.

  • Sungguh tidak benar menyucikan kotoran orang lain sementara seorang hamba itu buta terhadap diri sendiri. Jika seorang hamba itu buta, mana mungkin dapat menuntut manusia. Hanya orang yang awas mata bathinnya yang dapat membimbing orang lain. Hanya perenang handal yang dapat menyelamatkan orang tenggelam dalam lautan.

  • Bagaimana mungkin  seorang hamba dapat menasehati orang lain agar mengenal Allah Azza Wa Jalla, sementara hamba itu sendiri tidak memiliki ma'rifatullah. Karenanya tengok diri sendiri. Kemudian berlatihlah agar bisa sampai kepada-Nya.

  • Melatih hati, salah satunya adalah tidak mempersoalkan perbuatan Allah (Keputusan-Nya). Tetapi seorang hamba harus mencintai dan beramal untuk-Nya, tanpa syarat dan harapan apa pun, kecuali bisa lebih dekat kepada-Nya.

  • Hal demikian itu bisa dilaksanakan jika hati lurus dan bersih. Bukan dengan komat kamit mulut, atau gedek kepala. Bukan dengan berkhalwat atau tefekur di tempat sepi, semetara hati ramai oleh syirik (riya')

  • Tidak sedikit seorang hamba menyibukkan anggota badannya untuk beramal (seakan-akan telah dekat sekali kepada Sang Khaliq), tetapi hatinya dibiarkan kotor oleh kemusyrikan, menduakan Dia dengan riya'

Wallahu'alam.

Oleh. Syekh Abdullah bin Umar al-Haddad

No comments:

Post a Comment